3 kunci virtual selling

Semangat pagi sahabat sales, sudah memasuki bulan puasa nih. Walau begitu tidak membuat semangat kita drop ya untuk mengejar penjualan. Artikel kali ini akan memberikan tips penjualan ala virtual. Untuk beberapa sahabat sales mungkin sudah tidak asing untuk berjualan dengan cara virtual. Tapi bisa saja ada beberapa sahabat yang baru saja terjun ke dunia digital atau virtual ini. Pada prinsipnya cara berjualan dengan virtual maupun offline itu mirip-mirip kok. Prosesnya juga sama tiap tahapannya, bila kita liat cycle sales yang sudah sering kita pelajari pada tiap pelatihan sales, akan sering kita mendengarkan urutan proses berjualan.

Dengan adanya pandemi ini, membuat para sales berlomba-lomba membuat ide kreatifnya dalam berjualan secara virtual. Karena kondisi yang membuat kita tidak bisa bertemu langsung dengan calon customer kita. Hanya bisa melakukan dengan cara online atau virtual. Tidak ada kata terlambat kok untuk memulai memasuki cara berjualan ala virtual. Yang terlambat adalah bila tidak pernah memulainya. Alias berharap keajaiban dengan cara lama. Kami akan sedikit membahas tips penjualan ala virtual.

3 kunci virtual selling

  • Buyer journey

Sahabat sales harus melakukan riset pada tahap ini. Riset lah history pembelian mereka, biasanya akan ada terlihat kebiasaan para pembeli atau calon customer. Dan menjadi tugas kita sebagai sales, agar dapat menyesuaikan setiap langkah yang mereka lakukan sebelum memutuskan pembelian. Akan terllihat biasanya apa saja yang mereka lakukan sebelum memutuskan pembelian. Mungkin mereka akan melihat keuntungan yang mereka dapatkan dari pembelian produk. Kegunaan produk/jasa yang sudah mereka gunakan. Nah hal-hal seperti ini lah yang bisa kita dapatkan dari hasil riset dari buyer journey.

  • Pesan

Bagaimana caranya kita bisa membuat mereka atau calon customer itu tertarik dengan produk atau jasa kita? Bila secara virtual atau online kita bisa mengirimkan pesan atau message ke inbox atau kotak surat mereka. Yang bisa kita buat adalah pesan yang tidak biasa. Artinya jangan hanya tulisan panjang yang bertele-tele. Mereka tidak akan tertarik untuk membacanya. Kembali sahabat sales wajib sedikit untuk berkreatif dalam membuat pesan ini, agar mereka tertarik untuk melirik pesan yang ada dan membacanya. Ibarat kita seperti membuat CV yang menarik untuk HRD saat melamar pekerjaan. Gunakan gambar, foto, audio, mungkin video se kreatif mungkin. Agar mereka mau melihat pesan yang ingin kita sampaikan.

  • Hot

Bila calon pembeli sudah tertarik akan produk atau jasa yang kita tawarkan, selanjutnya adalah melakukan percobaan untuk closing ya. Customer yang sudah hot harus segera kita dekati dan jangan kita lepaskan istilahnya. Karena bila tidak kita pedulikan, mereka akan kembali menjadi cold. Bila sudah menjadi cold, tentunya memerlukan usaha yang tidak mudah lagi agar bisa kembali menjadi hot. Dan biasanya tidak akan terjadi lagi bisa menjadi hot. Mereka sudah merasa kita kecewakan bila tidak kita kejar. Jadi kita sebagai sales wajib, memperhatikan sikap para calon customer, bila sudah mengarah menjadi hot. Wajib coba kita closingkan. Kesempatan seperti ini jarang akan terjadi lagi.

Semoga 3 kunci virtual selling ini bisa membantu sahabat sales dalam melakukan proses penjualan hingga terjadi nya closing ya. Bila merasakan manfaat dari tips penjualan kami ini, boleh sahabat semua men share artikel ini, agar makin banyak yang mendapatkan manfaatnya. Happy selling.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan Pilih Salah Satu Di Bawah Ini

Pastikan anda mewakali perusahaan anda dalam mengisi assessment ini