Sudah buat quotation, terus hilang

Semangat pagi sahabat sales semua, tetap semangat ya dalam mencari berkah setiap harinya. Pada artikel kali ini kami akan membagikan tips penjualan yang sangat bermanfaat untuk para sahabat ikuti dan bisa mencobanya. Pernah membuat quotation untuk calon customer tentunya? Semangat dong pastinya saat membuat nya, dengan pikiran wah kesempatan closing 100% nih. Tanpa banyak pikir langsung membuat dan mengirimkannya. Tapi tunggu punya tunggu, kenapa ya kok mereka seperti menghilang. Tidak memberikan kabar apapun, bagaimana proses kerja sama selanjutnya nih. Pernah mengalami hal ini?

Pasti ada beberapa sahabat sales, yang mengalami hal ini. Sudah kirimkan permintaan mereka, tapi malah tidak ada kabar selanjutnya. Apa yang salah ya?

Coba para sahabat kita bahas ini ya? Harapan kita sebagai sales tentu sangat besar setelah calon customer meminta untuk kita mengirimkan quotation, company profile, brosur, flyer, atau hal lainnya. Semua permintaan langsung kita kerjakan dan kirimkan.

Yang harus kita ketahui adalah dalam menentukan keputusan dalam melakukan pembelian, bukan hal yang mudah. Ada tahapan dan prosesnya dalam suatu perusahaan. Ini pembelian bukan dalam jumlah dan nominal yang sedikit. Bukan seperti belanja ke pasar dan langsung menenteng plastik membawa pulang barang belanjaan. Banyak proses yang akan terjadi pada suatu perusahaan. Mulai dari siapa yang akan memutuskan, pihak membayar, pihak user, dan lainnya. Bisa saja ini akan berhadapan dengan banyak orang atau divisi dalam penentuannya.

Bisa saja ternyata mereka meminta surat penawaran tersebut karena untuk pembanding dengan perusahaan sejenis yang menawarkan produknya juga. Itu menjadi hal yang lumrah bagi suatu perusahaan. Mereka harus melakukan pembelian dengan keputusan yang matang, tidak asal pilih. Apakah mereka membutuhkan produk atau jasa yang akan kita tawarkan. Jangan sampai ternyata produk / jasa tersebut belum menjadi kebutuhan yang mendesak.

Kembali kita sebagai sales harus melakukan riset dengan baik. Cari tahu kebutuhan mereka secara baik. Dan buatlah urgensi atau kepentingannya akan pembelian tersebut. Makin mendesak atau makin butuh, maka mereka akan segera memutuskan melakukan pembelian. Tapi ada 1 hal lagi, pertanyaannya. Kepada siapakah mereka akan melakukan pembelian? Kita atau malah sama kompetitor?

Betul pekerjaan kita belum selesai, kita harus mampu menjalin hubungan dengan baik dengan mereka. Bukan hanya 1 atau 2 orang, tapi dengan orang yang akan memutuskan melakukan pembelian. Siapa ya? Itu tugas sahabat sales untuk mencari tahunya. Semoga tips penjualan kali ini kembali memberikan manfaat ya. Ingin pelatihan sales lebih detil? Silahkan kunjungi web kami salesuniversity.id. Pilih, beli, dan belajar. Happy selling.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silahkan Pilih Salah Satu Di Bawah Ini

Pastikan anda mewakali perusahaan anda dalam mengisi assessment ini